Tampilkan postingan dengan label bpk Asep dan kel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bpk Asep dan kel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 April 2009

it's about a TEAM, yippiw!


Yesterday was sooo great!
Yepp;)
Kemarin adalah pefect Saturday part 4 (eh,bener kan?). Sudah part 4 aja nih. Ya, akhirnya gue memberanikan diri untuk berbagi tentang satu hal ini. Cerita tentang satu jeda waktu.
Perfect Saturday kemarin dimulai dengan gue bersilaturahmi ke sebuah rumah di daerah perbatasan Cijerah-Cimahi di mana dia dibesarkan (katanyaa..). Bertemu dengan keluarganya, dan semuanya menjadi sangat menegangkan! Haha..


Adik kecil yang seperti hasil kloning dari kakak pertamanya. Ibunya yang sangat ramah dan enak diajak ngobrol =)) dan Ayahnya yang walaupun sedikit kaku tapi welcome banget=) Yhaa seperti yang tadi sudah gue bilang, awalnya adalah menegangkan tapi…semuanya berjalan lancar, Alhamdulillah.. (Walaupun ga sempet ketemu sama adik perempuannya sih but overall is great!)

Lalu, menuju Inti Laut di daerah Maranatha kita makan siang dan mulai berbicara hal yang serius. Serius tapi Santai. (Salah satu motto team ini selain Bebas tapi Sopan=p).Banyak hal yang gue dan dia bicarakan terutama tentang masa depan! (It’s getting harder rite?hakakakakakak..)

Okeii! Sedikit menggambarkan tentang Inti Laut. Mmhh..boleh dibilang ini seperti foodcourt yang meyediakan berbagai jenis makanan. Kata dia sih ada Iga Bakar yang enak juga di sini. Rasa boss harga anak kost (Anak kost di sini maksutnya anak kost Maranatha. Ngerti lha yhaa..). Tapi team memilih makanan yang ditawarkan oleh kios bernama Moshi Moshi. Lupa pesen apanya mah tapi saladnya enak! *Walaupun agak kontradiktif karena salad disajikan dengan taburan keju dan smoked beef, it’s not so diet yayy?*

Setelah kenyang team bergerak menuju BTC untuk menonton film, yippiiw! Rencananya sih mau nonton Fast&Furious tapi Monster vs Alien sepertinya lebih menggiurkan, hahay.. Sambil menunggu filmnya maen kita keliling-keliling BTC. Ada lapak yang mempersembahkan sebuah mahakarya berjudul FURNITURE dkk *haha, lebai* daaaannn kita suka banget ngeliatin yang beginian, hehe. Selain survey harga yhaaa jadi tau deh selera rekan satu team seperti apa. Gag sama sii tapi ga beda juga *bingung kan?sama gue juga bingung,heu*

Nah, sekarang gue akan menjelaskan inti dari posting kita kali ini. *hehe*

Kata TEAM. Yepp! Satu kata yang terinspirasi setelah nonton Monster vs Alien. Gue dan dia sudah sepakat untuk memberi judul pada hubungan ini sebagai in a partnership *haha..kayak karangan anak SD aja kudu pake judul dan judulnya emmm..terdengar aneh?yaa maklum aja karena yang menjalaninya pun dua insan yang sudah divonis aneh tapi menginspirasi, hehehe* and we’re a great team! Yippiww! Yeap, partnership itu pun sedang merambah menjadi team yang solid. Saling bangga dengan rekan teamnya sendiri. Saling support, saling menjaga. Yeah, I love this team =)

Dan tentang satu jeda waktu yang sebelumnya sempat tersebutkan, team ini memang tercipta dari beberapa jeda waktu yang ada dari setiap anggota team ini.

Haha..

Sebentar, ada yang gag ngerti dgn apa yang gue ceritakan? Hehe. Maaf. Ini memang terdengar aneh *again*

Tapi yang pasti, gue sudah punya team. Team yang beranggotakan dua orang. Team yang nantinya akan membentuk sebuah keluarga yang hebat! Dan team ini sedang menuju ke arah sana.. Doanya saja=))

Sabtu, 14 Maret 2009

Raditya dan menginspirasinya


Sudah pada ngambing??

Ngambing jantan maksudnya. Emm, nonton kambingjantan lebih tepatnya. Banyak versi sih yha testimoni untuk tuh film. Kalo gue pribadi sih sangat terhibur! Secara selama nonton gue sering ketawa ngakak. Dodol. Apalagi mas Edric !!!! -LOL-

Berbicara tentang kambingjantan, berbicara juga mengenai Raditya Dika. Buat gue sih yha tuh makhluk walaupun dengan kedodolan dan kebodohannya tapi buat gue cukup inspiratif. Buat gue, dengan tagline dia yang ingin menyisakan hidupnya untuk membuat sesuatu karya yang bikin org lupa bĂȘte dan lupa stress, on mymind, ihh woooww! Niatnya subhanallah. Jarang lho jaman sekarang, org yang kerjanya untuk org, tulus lagi.

Pantes jadi org sukses juga…


Terinspirasi dari Dika, gue pun jadi pengen punya blog yang seenggaknya dengan ketidakjelasan pribadi gue, gue bisa menginspirasi dan create sumthing that entertaining =)
Bismillah saja…
Sedikit flashback, gue memulai dunia per-blog-an itu zaman SMA. Sebenernya sih gue seneng nulis dari zaman SD tapiiii.. baru ngerasa pede pas SMA. Berpikir untuk jadi seorang penulis? Sering banget! Tapiii.. usaha selalu tidak sejalan dengan keinginan, yahh berusaha semempunya aja lha yah.

Kenapa blog?

Karena saya tipe pecurhat beraaaaaaaaattt !

Apa yang gue alamin, rasain, pikirin selalu ingin gue ceritakan! Nah kalo saya teruuuuuuuss aja cerita sama temen kan kasian juga ke dianya, bisa mabok achii. Haha… Jujur aja gue rada tertutup sama keluarga jadi agak segan kalo curhat sama keluarga. *Tadaa! Ini salahsatu keanehan gue, cerita sama keluarga sendiri segan tapi cerita sama khalayak ramai seperti dunia maya ini cablak, hahaha*  saya juga gatau kenapa, hihi.. ANEH KAN??


Okeii.
Seperti kisah gue malam ini, ceritanya mau curhat sama si mama tentang lelaki. LELAKI! Pertama, gue ga pernah curhat sebelumnya, kedua.. tentang lelaki??? Sejak kapan?? Haha.

Mau tau apa yang gue rasain?

Rasanya kayak gigi mau copot semuanya! Lebay?? Seriusan! Nervous naudzubillah dah.
Tapi da gimana, gue emg harus cerita… Awalnya ngeliatin si mama yang sedang asik dengan laptopnya.

Aduhh.. mulainya gimana nih?

Ma, tau gag?Kemarin ada dosen yang ditembak mahasiswa! Lucu kan? Menurut mama gimana?? Emg laki-laki bisa senekat itu ya? –ini ga lucu-

Apa pake bahasa organisasi?

Ma, kemarin ada cowo yang ngasih proposal? Bagusnya birokrasinya diarahkan ke bagian apa yha ma?? –ini juga ga lucu-

Nafas udah senggal-senggol sama detak jantung. Gue melakukan aksi berbuat-karena-ada-maunya, mijitin telapak kaki mama!
Mama merebahkan badan, beralih posisi dari nongkrongin laptop jadi mengenggam sebongkah buku. Laluuu..

“Oiya teh.. Katanya kamu mau cerita?? Gimana? Siapa dia?” dan banyak pertanyaan lainnya yang mengalir begitu saja dan membuat keadaan malam itu jadi semakin nyaman buat gue untuk cerita.

Fiuhh! F I N A L L Y !

Salah satu cobaan hidup yang berat adalah ketika berbicara ttg laki-laki sama si mama. Hasilnya? Ada dehhh…

Raditya Dika, salahsatu inspirator gue.

Mudah-mudahan ketularan juga nasibnya, jadi penulis!

*buat yang sudah saya vonis punya bakat menulis, keep writing yha guysss! Dunia menunggu sisi kejeniusanmu yang super duper unik ^^ percaya sama gue, practice makes perfect!

Senin, 02 Februari 2009

mata, anak, dan telinga



Umur udah makin tua aja nih dan gue jadinya semakin asyik aja berbicara tentang masa depan,hehe. Saat ini gue lagi pengen sharing tentang salah satu trik mendidik seorang anak. Eitss, bukan berarti gue udah punya anak, kebelet punya anak, apalagi ahli dalam mendidik anak. Not yet! Gue di sini hanya ingin berbagi ilmu yang pastinya bermanfaat untuk bekal hidup kita nanti ketika sudah saatnya hidup berumah tangga *beuhh!* Jadi, Anda tertarik?


Pernah denger quotes yg bunyinya gini, seorang anak bukanlah pendengar yang baik tapi ia tidak pernah gagal ketika harus meniru karena SEJATINYA anak terlahir menjadi seorang peniru yang ulung. ehm.

Setuju atau tidak, sodara-sodara??

Setuju atau enggak, percaya atau enggak. Gue mengalaminya. Di keluarga, gue adalah org yang keras alias susah dikasih tau. Kalo kata Bi Ida mah, adik emak gue, gue bisa dibilang termasuk golongan anak autis. Hehe. Eh, beneran… Gue itu orangnya suka asik sendiri. Mau orang rumah ngomong ini kek itu kek, gue mah lempeennnggg wehh (cuek aja-red). Gag baik sih, jd tdk pantas ditiru ini mah. Tapi, tanpa terasa apa yang gue jalanin sekarang adalah *kurang lebih yhaa* adalah tiruan dari apa yang sudah emak dan bokap gue lakukan selama ini.

The best one adalah keahlian gue dalam beberes! Yappyappyappp! Gue sangat melankolis alias perfeksionis dalam hal beberes! Meski kaleng kerupuk menceng dikit, gue selalu geli untuk meluruskannya. Yhaa walaupun di mata emak dan bokap gue, gue belum ada apa-apanya tapi gue cukup unggul dalam hal ini dibanding temen-temen gue yg lain. Gue pun gatau kenapa. Padahal dulu gue bukan org yg seperti ini.

Yhaa gimana enggak, tiap hari gue liat bokap gue, bebereeeessss terus! Nyapu jalanan lah, nyuci lah, jemur baju lah, pokoknya ga bisa diem dehh! Walaupun ga se-bersungguh-sungguhnya bokap gue dlm hal beberes, tapiii gue sudah bisa mengiyakan quotes tadi, anak bukan pendengar yg baik tapi peniru yang ulung! *nyari excused aja ini mah,hehe*

Sering gue ngobrol ama d jambals ttg hubungan antara orang tua dan anak. Intinya adalah, anak yha emg produk orang tuanya. Mau protes dgn kelakuan anak? Tahan dulu, siapa tau sebenarnya kita tanpa sadar lebih dulu mencontohkannya pada anak. Sehingga tanpa sadar anak pun menirukannya. Apalagi anak yang bener-bener masih bocah.

Kayak gini deh,

Anak : Mah, bawain aku botol susu dong di meja deket TV!


Ibu : Bawa sendiri dong nak! Kan adek bisa bawa sendiri.. Ayo! Berlatih! Kalo adek bisa ngerjain sendiri jangan suruh-suruh orang dong..
*berniat melatih anak untuk mandiri*

Anak : Ah mama! Mama juga suruh-suruh mbak. Papa juga suka suruh-suruh mama! Masa aku gag boleh nyuruh-nyuruh mama juga??


JTANG!

Nah lo! Jangan langsung ngejudge kalo anak itu kurang ajar lho. Abis mau gimana lagi, emang dicontohinnya gitu. Iyya gag?? Makanya kudu ati-ati kalo bertingkah di depan anak mah.. bisa senjata makan tuan.

Anak itu daya mengamatinya tinggi. Liat Umminya rajin ngaji, pasti anaknya juga ikut hobi ngaji. Liat Abinya kerja keras dalam segala hal, anak pun akan dengan sendirinya termotivasi seperti itu.

Asalkan sebagai orang tua kita harus sabar… *berasa iya ajaa gue udah jadi orang tua?! menjiwai tulisan mode ON, hahaha…*

utuh proses yang teramat panjang untuk ngedidik yang namanya anak. Ilmu gag akan pernah cukup! Jadi sebagai orang tua kita kudu sabar dan menghargai setiap perubahan yang baik walaupun gag cukup signifikan. Namanya juga membentuk manusia, ngukir pohon jadi meja dgn ukiran yang super indah aja butuh waktu yang lama. Tapi itu worth it lhaa, karena apa yang kita udah lakukan secara sabar dan ikhlas akan membuahkan hasil, yaitu anak dgn harga jual tinggi!! Lho kog jadi dijual??? Haha, engga cuma analogi ajaa..

Jadi, ada satu hal yang bisa gue ambil dari sini dan mungkin bisa jadi bekal hidup untuk temen-temen yang lagi baca. Ketika kita ingin mendoktrin sesuatu hal sama orang, hal yang paling baik adalah memberikan keteladanan (contoh) terlebih dahulu. Secara perlahan, orang yg bakal kita racuni akan teracuni juga sama pola pikir yang ingin kita dogmakan *d-ohh kog jadi serem gini bahasanya*

okeiokei.

Jgn yang serem ah, gini deh, mungkin quotes talk less do more lebih bisa menggambarkan apa yang ingin gue sampaikan. Jadi lakukan apa yang terbaik yang bisa kita lakukan, lama-kelamaan juga publik menilai dan ngeh ttg pesan yg ingin kita sampaikan, asalkan tulus! Berdakwah dgn perbuatan adalah hal yang paling indah. Efeknya buat dua belah pihak.

Jangankan anak-anak deh, kita aja yang udah gede masih susah untuk lebih memfungsikan telinga dari pada mulut dan mata. Iyaa gag???

So, gimana dengan temen-temen yang *terimakasih lho* sudah asyik baca?? Punya pengalaman yang bikin lo mengiyakan quotes yg tadi?? Just share!

::achiiLOVESbeberes::

Rabu, 24 Desember 2008

mama i love u full !!

Malam ini abis shalat Isya gue nge review hafalan surat. Pas lagi review tiba-tiba emak gue ngomong kyk gini,

Teh, tau ga?? Kata guru ngaji mama. Katanya kebahagiaan dunia itu cuma 1% dan itu direbut sama makhluk seantero dunia ini, dan tau ga kalo kebahagian akhirat itu 99%, itu full buat org shaleh. See! Perbandingannya jauh banget ya? Ironisnya, manusia masih suka ngejar yang 1% itu. Ahh, mudah-mudahan kita termasuk orang yang dapet 99% itu yha! ”

Amiin mama, amiin!!!

Ngomong-ngomong soal mama, dalam rangka Hari Ibu nii.

Gue punya mama yang luar biasa. Yap, kalo Imbi has her supermom, gue punya mama yang luar biasa!

Luar biasa cerewetnya dan luar biasa perasanya. *tapi luar biasa baik dan sabarnya!* Hehe. For the truth, gue sering banget dah bikin kesel emak gue. Entah karena gue terlalu mirip ama emak gue atau justru karena beda banget ama emak gue. Pokoknya gue sering banget ribut ama emak gue. Kalo kata Bi Ida, adiknya emak gue, sebenernya kelakuan mudanya emak gue sedikit banyak mirip ama kelakuan gue yang sekarang. Haha, like daughter like mother, isn’t right? Makanya, emak gue ketar-ketir kali yha. Beliau ga mau setiap kelakuan salahnya dulu keulang ama anaknya. Mom always pray the best and hope the great for her children kan yha?

Tapi, gue selalu ngerasa kalo gue ama emak gue itu ga se prinsip. Emak gue tuh perasa banget orangnya sedangkan gue, perasa sii.. tapi cueknya lebih berasa! Gue orgnya banyak becanda kalo emak gue byk seriusnya. That’s why, sering kali cara komunikasi yang menurut gue biasa aja tapi di mata emak gue itu salah. Euuggghh, gue suka bingung kalo lagi di posisi ini. Antara egois anak mudanya muncul tapi yaaa namanya juga orang tua chii!! Be a gentle to her…

Apapun ttg emak gue, gue lebih banyak bangganya sama beliau!

Beliau adalah sesosok wanita yang ga pernah berhenti untuk belajar. Gue yang masih muda kadang suka kalah sama emak gue. Emak gue kaga pernah absen ikut pengajian. Beliau pun mentoring lho! Punya guru ngaji juga. *kayak anak SD aja ya?* Selain itu, sekarang beliau lagi menjalani kehidupan S2 nya, walaupun telat but she’s going on… Heroismenya terlihat ketika tidur pasti plg malem karena baca buku dulu trus paginya bangun paling duluan dan terlihat sudah asik mengaji. Selain itu, emak gue suka rajin ikut acara ini itu. ESQ lah, pelatihan shalat khusyuk lah, seminar lah, apa pun itu emak gue seneng banget ikutan acara kyk gitu trus me-recommend ke gue deh. Ahh pokoknya emak gue selalu semangat kalo diajak untuk belajar.

Beliau adalah sesosok anak tertua yang selalu bisa diandalkan. Emak gue adalah anak pertama dari 4 bersaudara. Selama gue hidup di keluarga besar Bapak Karwita, kakek gue, emak gue megang banget di posisinya sebagai anak tertua. Kakek gue selalu bangga dengan prestasi emak gue, FYI.. emak gue dulu mahasiswa teladan dan dapet beasiswa lho! Kalo ada apa-apa, emak gue pasti orang pertama yang di-calling dan she always makes the case closed!

Beliau adalah sesosok pemimpin yang hebat di kantornya. Bayangin aja, beliau udah jadi Kepala Puskesmas selama belasan tahun. Kaga keder tuh ya emak gue?? Dari zaman gue SD sampe sekarang kuliah, gue suka curi denger ttg kelakuan staffnya. Dari yang rese, kyk anak kecil, stabber, ahh segalanya dah! Pernah dulu emak gue nangis gara-gara kelakuan staffnya! Kata beliau, aduhhh berasa punya anak di dua tempat yang harus dididik! Di kantor iya, di rumah apalagi. Waktu berlalu dan emak gue masih aja jadi Ibu dari karyawan di Puskesmas. Alhamdulillah kayaknya kondisi kantor udah ga se-rese dulu yaa walaupun emak gue kadang suka ngeluh ttg beberapa karyawannya yang masih ga profe. Namanya hidup ma, ga rame kalo ga ada tantangannya.

Beliau adalah istri dan ibu yang supersabar untuk keluarganya. Kelakuan gue, Fajar, dan Rahima kalo dikumpulin dan diceritain, ugghhh bikin keselnya berjuta! Tapi emak gue selalu bisa maafin kita-kita. She always gives the best for us. Apapun yang kita minta, she always works hard to fill it! Emak gue yang perasa ditakdirkan untuk berjodoh dgn bokap gue yang logika. Tapi sekarang, life is so sweet after a their long journey.

Eniweeeeiiiii..

Walaupun gue selalu beda pendapat, walaupun gue suka beda cara, walaupun gue suka ribut sama emak gue.. she’s so inspiring me to be a meaningful woman! Everytime and everywhere! Bener apa kata Imbi, Allah Maha Tau kenapa kita dilahirkan dgn emak yang sekarang, mungkin kalo gue gag dilahirkan dari emak yang luar biasa kayak gini, I’m nothing!

I always pray the best for you too, mama.

I’m sorry a LOT! for everything I’ve done, I always make u mad, aha? But I always try my best to make u happier than ever!

Thx for everything that you give for me. Actually, I can’t repay all of your kindness and patientness. Just because of your diamond heart, I can move on my incredible life. It’s just because of you, mama. Happy mother’s day, I love u full , mama !!



::seoranganakwanitadancalonmamajuga::

suatu cerita ttg anak kecil !

Tau kan kalo gue punya dua adek.

satu cowo, satu cewe.

yang cowo lagi nyebelin-nyebelinnya cuz lagi through his pubertas.

Nahh, yang cewe lagi polos-polosnya cuz lagi through her SDisme! Hehe.

Sore ini gue, emak gue, dan si Rahima, nama adik cewe gue, lagi ngobrol di kamar emak gue.

Sebelumnya ada cerita dulu.

Kemarin emak gue dateng-dateng bawa kado bentuk segi empat.

Teh, ini nii dari Akbar.. ”

Akbar?? Kan dia udahh..

Ya, Rd. Muhammad Maghribi Akbar, sobat gue dari SD sampe SMA. Dia udah ninggalin gue untuk selama-lamanya 13 Agustus kemaren. Penyakit kelainan darah udah bikin gue kehilangan salah satu sahabat terbaik gue. Emak gue bilang kayak gitu make me feeling a longing! Bikin gue kangen Akbar lagi!! Jujur aja, karena gue udh cukup deket sama Akbar, ketika gue denger nama dia atau sesuatu hal ttg dia, air mata gue suka luruh seketika. Gue kangen jailnya dia!

Emak gue pun buka kado itu. Ternyata isinya buku Yasiin mengenang 100 hari meninggalnya Akbar. Ohhh..

Gue pun ikut liat isinya. Gue pgn liat photonya. Man, beneran kan gue pgn nangis lagi! Gue tahan air mata gue karena malu ama emak gue. hehe…

Entah kenapa, setiap gue inget Akbar gue selau berbisik sama hati kecil gue untuk nerusin cita-citanya Akbar, jadi dokter yang sukses dan bisa diandalkan di masyarakat! Adrenalin gue pun sontak terpacu untuk jadi pemuda yang ga wasting time. He’s inspiring me. Akbar itu orangnya rendah hati banget. Gue selalu berdoa semoga Akbar dikasi tempat peristirahatan yang terbaik sama Allah. Gue selalu berdoa semoga Akbar tenang di sana. Kangen kamu, Bang!!!

Okeii.

Udah yah ngomongin Akbarnya, ntar gue mewek lagi dongg.. hehe=))

Back to kamar emak gue,

Rahima ngambil buku Yasiin-nya Akbar. Dia liat photonya.

Rahima :: “Mah, ini pacarnya teteh, bukan??”

*aduh tuh bocah sng bgt ngegosipin gue dehh*

Tante Rieka (which is emak gue, hehe) :: “Bukan. Itu temennya teteh tapi udah meninggal.”

Fiuhh.. gue pun nunduk dan inget lagi saat-saat di mana gue melepas kepergian dia…

R :: “Ini buku ttg apa sii?,” want to know nya anak SD mulai keluar..

R ::“Oh, temen teteh yang jadi penulisnya yaa!”

*??????*

R :: “Ni ada photonya! Berarti ini yang nulis buku ini!”

HAHAHAHAHAHAHAHA…

Seketika itu pun gue dan emak gue ketawa ngeliat kelakuan si Rahima yang masya Allah polosnya!

Aduhh, duhhh.. Bang, lo dibilang penulis buku Yasiin tuh ama Rahima! Wkkwkwkwkwkwk..